Text
Quranku Sahabatku Jilid 4
Pada zaman Rasul. Al-Quran dipelihara dengan ditulis pada batu yang tipis, kulit binatang, pelepah kurma, atau tulang binatang. Tetapi, itu pun tak banyak, karena hanya sedikit orang yang bisa membaca dan menulis. Dahulu, bangsa Arab dikenal sebagai bangsa yang ummi, artinya buta huruf. Kebanyakan Al-Quran dipelihara dalam ingatan dan hafalan para sahabat. Bangsa Arab juga dikenal sebagai bangsa yang memiliki ingatan dan hafalan yang sangat kuat.
Kertas baru dikenal bangsa Arab setelah mereka menaklukkan negeri Persia. Penaklukan ini terjadi ketika Nabi Muhammad telah wafat. Dalam bahasa Persia, kertas disebut al-kaqhid. Namun, kata itu tidak dipakai bangsa Arab. Mereka lebih sering menyebut kertas dengan kata al-qirthas. Mungkin, kata kertas dalam bahasa Indonesia berasal dari kata qirthas dalam bahasa Arab.
Al-Quran dikumpulkan menjadi sebuah buku, baru terwujud pada zaman pe-merintahan Utsman bin Affan, yaitu Khalifah Rasyidin yang ketiga. Selama berta-hun-tahun Al-Quran terpencar-pencar di tangan sejumlah sahabat. Baik berupa hafalan, tulisan dalam pelepah, batu, daun, kulit binatang, dan sebagainya. Ketika Al-Quran dibukukan, kaum Muslimin menamai Al-Quran itu dengan sebutan al-mush-haf. Kata mush-haf berasal dari kata ashafa, yang artinya mengumpulkan lem-baran (shuhuf). Karena mush-haf ini disusun pada masa Khalifah Utsman, maka mush-haf ini sering disebut mush-haf Utsmani.
| 006323 | 297.14 MUH q | My Library (200) | Available |
No other version available